Resume Tokoh Perjuangan

            Buku karangan Armijn Pane yang diterbitkan oleh Balai Pustaka ini berjudul “Habis Gelap Terbitlah”. Buku ini berisi tentang surat Raden Ajeng Kartini yang dikirimkan untuk teman temannya yang tinggal di negeri Belanda dan di Betawi pada saat itu. Di dalam surat tersebut terdapat perjalanan Raden Ajeng Kartini saat berjuang untuk membela wanita Bumiputra. Pada saat itu, para wanita dibeda bedakan dengan kaum lelaki. Dan di dalam salah satu surat Raden Ajeng Kartini yang dikirim kepada temannya ada yang berisi tentang curahan hati Raden Ajeng Kartini tentang perbedaan wanita dengan laki laki.

            Di buku ini, Raden Ajeng Kartini adalah seseorang yang sangat cerdas, intelktual, inisiatif, berjiwa             besar, dan berjiwa kepemimpinan. Raden Ajeng Kartini juga adalah orang yang pantang menyerah. Raden Ajeng Kartini berusaha segenap jiwa dan raga demi memperjuangkan hak hak wanita agar disamakan dengan pria. Raden Ajeng Kartini juga orang yang sangat ramah. Raden Ajeng Kartini juga orang yang sangat baik. Ia juga pernah dipercaya oleh petinggi pemerintahan di pulau Jawa untuk mengasuh anak anaknya agar anak anaknya menjadi anak yang cerdas.

            Lebih tepatnya, buku ini menceritakan bagaimana usaha usaha yang dilakukan Raden Ajeng Kartini agar hak wanita bisa disamakan dengan hak pria. Raden Ajeng Kartini juga melanggar adat Jawa yang menyatakan bahwa wanita harus berada di rumah tidak mengurusi urusan pria dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang seharusnya. Di buku ini menceritakan  tentang keseharian Raden Ajeng Kartini namun dalam bentuk surat  menyurat dengan teman temannya.  Raden Ajeng Kartini mempunyai semangat yang berkobar di jiwanya. Semangat Raden Ajeng Kartini tidak pernah redup. Raden Ajeng Kartini adalah orang yang pantang menyerah dan percaya akan cita citanya.

            Raden Ajeng Kartini lahir di Mayong pada tanggal 21 April 1879. Sampai sekarang tanggal kelahirannya menjadi hari nasional. Beliau merupakan putri dari Bupati Jepara dengan nama Raden Mas Adipati Sastrodiningrat dan cucu dari Bupati Demak bernama Tjondronegoro. Beliau  berpendidikan tinggi setara dengan pemerintah kolonial Belanda dan terus mengobarkan semangat bagi kaum wanita agar tampil sama dengan kaum laki laki. Kartini juga telah mempunyai sekolah yang terdapat 22 murid di dalamnya. Ia juga menikah dengan seorang Bupati Rembang beranama Raden Adipati Joyoningrat.

            Ketika Raden Ajeng Kartini sudah menginjak dewasa, beliau berpikir bahwa kaum wanita saat itu penuh dengan kegelapan dan kekosongan. Pada saat itu Raden Ajeng Kartini beranggapan bahwa perjuangan wanita hanya sebagai pengurus dan pengatur dalam rumah tangga saja. Raden Ajeng Kartini sangat bertentangan dengan keadaan itu. Padahal, beliau merupakan seorang bangsawan. Beliau tidak terima dengan adanya perbedaa tingkatan derajat. Beliau sering bersosialisasi dengan masyarakat bawah yang juga mempunyai cita cita ingin mengubah perbedaan derajat status sosial pada waktu itu.

            Namun Raden Ajeng Kartini akhirnya mendapatkan izin dari orang tuanya yang kurang setuju dengan cita-cita putrinya itu. Tetapi beliau selalu mendapat dukungan dan semangat yang bisa tetap mengobarkan semangat agar tidak mudah menyerah.  Dan pada akhirnya perjuangan yang telah Raden Ajeng Kartini lakukan membuahkan hasil. Raden Ajeng pun akhirnya mempunyai anak. Namun tidak lama setelah melahirkan beliau wafat pada usia 25 tahun tepatnya pada tanggal 17 September 1904.

Analisis Video : Potret Kecil Indonesia

Oleh : SGD 1

Dalam video yang berjudul Potret Kecil Indonesia ini, terdapat beberapa foto yang menunjukkan bagaimana lingkungan di Indonesia. Memang tidak semua wilayah di Indonesia ini ditampilkan dalam video Potret Kecil Indonesia tersebut. Namun video ini bisa menggamabar potret kecil tentang Indonesia. Kita bisa mendengar suatu kata dari banyak warga yang menggambarkan Indonesia. Dari video Potret Kecil Indonesia tersebut ada beberapa warga yang mengatakan “macat” dan ada pula yang mengatakan “banjir’ atau “kotor”. Bahkan ada yang mengatakan “korupsi”. Seperti yang kita ketahui, Indonesia merupakan negara yang masih berkembang. Indonesia masih jauh dari kriteria baik. Artinya, Indonesia saat ini masih banyak sekali kekurangan.

Sebenarnya jika kita pikirkan lebih dalam warga negara Indonesia sendirilah yang bertanggung jawab atas hal-hal yang terjadi di Indonesia ini. Seperti masalah banjir yang belakangan ini sering terjadi. Bagaimana banjir bisa kita hindari apabila masih banyak warga yang membangun rumahnya dibantaran? Kadang masih ada warga yang masih belum sadar apa penyebab banjir itu sendiri dan menyalahkan pemerintah. Bagaimana masalah banjir bisa tuntas apabila setiap individu masih membuang sampah sembarangan? Lingkungan disini akan terlihat kotor dan kehilangan keindahannya karena sesuatu yang kita lakukan sendiri.  Maksudnya adalah masalah-masalah di Indonesia ini berawal dari kita sendiri.Kurangnya kesadaran dari masing-masing warga akan pentingnya kebersihan. Kita tidak bisa menyalahkan pemerintah atas hal ini.

Contoh lainnya adalah masalah kemacatan. Kemacatan saat ini kadang diakibatkan dengan oleh kita sendiri. Masih banyak pengendara-pengendara motor, mobil, bus, dan truk yang tidak mentaati peraturan-peraturan yang sudah dibuat. Sering sekali kita lihat banyak motor yang tetap melaju ketika lampu berwarna merah. Banyak angkutan umum yang berhenti disembarang tempat sehingga menimbulkan kemacatan. Banyak juga motor-motor menggunakan jalan yang seharusnya dilarang. Volume kendaraan yang berlebihan juga merupakan faktor pertama kemacatan.

Selain masalah kemacatan dan banjir, masih banyak masalah-masalah yang lain. Kita akan membahas masalah kesehatan di Indonesia. Masih banyak anak- anak yang kekurangan gizi. Di daerah-daerah terpencil sana, banyak sekali yang masih makan tanpa memperhatikan gizi yang dibutuhkan tubuh. Hal ini juga karena rendahnya pengetahuan yang masyarakat sana punya. Mereka tidak begitu memperhatikan kualitas makanan. Kurangnya pengetahuan tentang pentingnya gizi ini pun menjadi salah satu faktor rendahnya tingkat kesehatan di Indonesia.

Rokok pun juga menjadi masalah di Indonesia. Sudah tidak terhitung jumlah anak di bawah umur yang sudah merokok. Bahkan ada seorang balita yang addicted terhadap rokok.Banyak juga orang yang untuk makan saja susah masih mengonsumsi rokok. Hal ini merusak moral bangsa Indonesia. Kita sebagai mahasiswa harus bisa membuat Indonesia lebih baik. Kita bisa memulainya dengan diri kita sendiri.  

Mahasiswa : Berprestasi dan Organisatoris

Berada dalam tingkatan mahasiswa merupakan hal yang membanggakan untuk semua pelajar, terutama menjadi mahasiswa di universitas-universitas terkemuka di suatu wilayah. Disini kita tidak hanya menuntut ilmu dengan cara belajar. Kita akan dituntut untuk mencari jati diri dan menjadi manusia yang terbaik karena sadar bahwa persaingan akan semakin ketat. Tentu sangat disayangkan apabila seorang mahasiswa aktif menimba ilmu hanya dengan belajar dan mendapatkan Indeks Prestasi Kumulatif yang tinggi. Untuk bisa mencapai kesuksesan di masa yang akan datang nanti, kita sebagai mahasiswa harus berprestasi baik dalam sisi akademik maupun non-akademik. Selain itu, organisasi merupakan wadah mahasiswa untuk mengembangkan dirinya untuk menjadi yang terbaik.

                Menjadi mahasiswa berprestasi merupakan dambaan seluruh mahasiswa. Tugas kita sebagai mahasiswa adalah menimba ilmu sebanyak-banyaknya yang kemudian berguna untuk masyarakat dan bangsa.Tentunya di dalam kelas kita harus menjadi mahasiswa yang aktif. Berprestasi tidaklah hanya dalam hal akademik. Kita juga harus mengimbangi prestasi dalam hal akademik maupun non-akademik. Prestasi bisa kita dapatkan mulai dari yang terendah seperti mendapatkan Indeks Prestasi Kumulatif yang tinggi sampai yang tertinggi  seperti memenangkan olimpiade tingkat internasional. Kita juga bisa mendapatkan prestasi tersebut dalam hal non-akademik seperti melalui pembuatan karya-karya ilmiah. Banyak sekali kesempatan kita untuk bisa berprestasi.

                Namun, tidak lengkap rasanya apabila kita hanya menjadi mahasiswa yang berprestasi. Saat berada dalam suatu universitas, banyak sekali organisasi yang bisa kita ikuti. Memulai berorganisasi saat menjadi mahasiswa adalah kesempatan emas. Organisasi ini sangat berguna untuk pengembangan diri seseorang. Dalam berorganisasi, kita akan belajar bagaimana cara bekerjasama untuk menncapai suatu tujuan. Hal ini sangat berguna untuk kehidupan kita nanti setelah lulus kuliah. Ini juga merupakan kunci kesuksesan.Dengan aktif berorganisasi, kita bisa mendapatkan banyak pengalaman. Kita juga bisa mengembangkan life skill yang kita miliki. Kita juga akan dituntut bekerja sebagai teamwork. Selain itu, public speaking yang baik juga merupakan kunci kesuksesan seseorang. Dan dalam organisasi lah kita akan belajar banyak tentang  public speaking tersebut. Berorganisasi juga bisa mengembangkan leadership seseorang dan ini sangat berguna untuk kehidupan setelah lulus kuliah nanti.

                Banyak orang berpendapat bahwa berorganisasi akan menghambat kita untuk menjadi mahasiswa yang berprestasi. Memang dengan berorganisasi waktu yang kita miliki untuk menimba ilmu secara akdemik akan berkurang. Namun, itulah yang menjadi tantangannya. Padahal dengan berorganisasi kita bisa mendapatkan pengalaman yang sangat berguna. Kita menjadi seseorang yang kompeten dan kita dapat berkomunikasi dengan baik. Kita harus bisa mengatur waktu untuk berorganisasi namun tetap berprestasi. Kita harus bisa memilih mana yang seharusnya lebih diprioritaskan. Kesuksesan kita nanti akan ditentukan mulai dari sekarang.

Esensi : memotivasi mahasiswa untuk menjadi mahasiswa yang aktif berprestasi maupun berorganisasi.

Faktor Risiko Kanker Payudara Wanita

Kanker paru-paru, kanker payudara, kanker usus besar, kanker lambungm dan kanker hati merupakan lima besar kanker di dunia menurut WHO. Kanker payudara termasuk kanker yang paling banyak ditemukan pada wanita. Kanker payudara saat ini adalah masalah kesehatan terbesar di Indonesia bagi para kaum perempuan. Namun kanker rahimlah yang menjadi masalah kanker nomor satu di Indonesia. Dalam jurnal ini, terdapat tiga peringkat penyakit neoplasma ganas atau kanker pasien rawat inap di rumah sakit. Tiga perangkat tersebut adalah neoplasma ganas payudara, neoplasma ganas serviks uterus kemudian neoplasma ganas hati dan saluran intra hepatik. Kanker payudara terus meingkat setiap tahunnya.

Di dalam jurnal ini juga disebutkan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ta­hun 2004 menyatakan bahwa 5 besar kanker di dunia adalah kanker paru-paru, kanker pa-yudara, kanker usus besar, kanker lambung, dan kanker hati. Disebutkan juga bahwa WHO mengestimasikan bahwa 84 juta orang meninggal akibat kanker dalam rentang waktu 2005-2015. Survei yang dilakukan WHO menyatakan sekitar 8 persen wanita mengalami kanker payudara. Sehingga hal itu membuat kanker payudara sebagai jenis kanker yang paling banyak ditemui pada wanita setelah kanker leher rahim. Yang termasuk faktor risiko kanker payudara adalah jenis kelamin dengan perbandingan yang cukup jauh antara pria dengan wanita. Selain itu terdapat faktor risiko lain yang berbengaruh terhadap kanker payudara yaotu menepoase yang terlambat, riwayat pemberian ASI, dan juga obesitas.

Penlitian tentang faktor risiko kanker payudara ini dilakukan di wilaya Kudus. Mengapa Kudus? Kudus merupakan wilayah yang angka penderita kanker payudaranya tinggi. Kanker payudara merupakan penyakit yang serius yang menyebabkan banyaknya kematian wanita. Metode yang dilakukan penelitian ini adalah observasional analitik . Desain yang digunakan adalah case control. Sampel kasus dalam penilitian ini adalah pasien yang mengidap penyakit kanker payudara wanita yang tercatat di RSUD Kudus dan mempunyai suatu kriteria insklusi dan eksklusi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Instrumen penelitian ini adalah kusioner dan rekam medis RSUD Kudus. Analisis data menggunakan metode uji Chi-Square atau Uji fisher sebagai alternatifnya dan penghitungannya menggunakan anailisis risiko Odds Ratio atau OR.

Umur juga termasuk faktor yang sangat penting. Umur juga sangat berpengaruh terhadap kanker payudara ini. Ketika usia pencapai tingkat produktif, kanker payudara pun akan meingkat dengan cepat. Obesitas pun juga merupakan risiko terjadinya kanker. Ini disebabkan karena adanya timbunan lemak yang akan meiningkatkan sistem esterogen yang kemudian berpengaruh terhadap proses politerasi jaringan payudara. Namun adanya riwayat keluarga, usia melahirkan anak pertama, riwayat pemberian ASI, usia menarche, usia menopouse, dan pemakaian pil kontrasepsi bukan merupakan faktor dari penelitian dalam jurnal ini. Jurnal penelitian ini sangat berguna untuk penelitian lainnya seperti penilitan faktor apa sajakah yang akan mengurangi risiko kanker. Jurnal ini memberikan hasil penelitian yang sangat spesifik sehingga kita tahu rincian-rinciannya.

Analisis Video tentang Potret Kecil Indonesia

Bisa kita lihat di awal video yang berjudul Indonesia’s Infant Smoking Epidemic ini terdapat anak dibawah umur yang sudah merokok. Video diawali dengan potret para anak jalanan di Jawa Timur yang sedang belajar sambil merokok. Potret tersebut menggambarkan betapa banyaknya perokok Indonesia yang masih di bawah umur dan ironisnya tidak ada tindakan lebih signifikan untuk masalah ini. Anak-anak berpikir dengan merokok, mereka merasa bebas dan mereka akan terlihat lebih cool. Indonesia adalah negara yang mempunyai pengonsumsi rokok terbanyak di dunia. Namun sangat disayangkan, larangan merokok ini masih belum bisa berbuat banyak. Di dalam video ini juga terdapat potret seorang balita berumur dua tahun yang berasal dari Sumatera. Balita tersebut adalah pengonsumsi rokok. Menurut salah satu penilitan Komnas HAM pada tahun 2001 sampai 2007, perokok usia balita meningkat sampai 400%. Ini merupakan akibat mem-booming­-nya iklan dan promosi industri rokok di media maupun di tempat publik. Hampir di ruas-ruas jalan dan sudut kota sampai ke daerah pelosok terdapat iklan rokok. Ketika membandingkan harga rokok di Indonesia dengan harga rokok di negara lain, harga rokok di Indonesia cenderung murah. Hal ini membuat tingkat konsumsi rokok sangat tinggi. Bahkan rakyat kecil pun masih rela menghabiskan sebagian uangnya hanya untuk rokok. Dengan meningkatnya angka konsumsi rokok, maka angka kematian dan penurunan kesehatan pun juga bertambah. Perlu diketahui bahwa Indonesia merupakan salah satu dari sedikit negara-negara di dunia yang belum mempunyai batasan yang ketat dalam periklanan industri rokok. Saat ini tidak ada peraturan yang lebih spesifik tentang larangan merokok untuk anak di bawah umur.Indonesia sendiri saat ini masih belum menandatangani regulasi mengenai rokok seperti Framework Convention Tobacco Control atau FCTC. Padahal banyak negara-negara di dunia yang sudah menandatangani regulasi ini. Mereka sadar bahwa mengurangi periklanan dan promosi industri rokok akan mengurangi jumlah rokok yang dikonsumsi. FCTC ini memberikan bagi kita untuk menurunkan angka konsumsi rokok. Namun tidak sedikit warga Indonesia yang hidupnya bergantung kepada industri rokok tersebut. Di Indonesia tembakau merupakan penghasilan yang saat ini sangat menguntungkan.  Industri rokok di Indonesia merupakan industri yang berkembang pesat. Tidak bisa disangkal bahwa industri rokok juga termasuk penyeimbang ekonomi di Indonesia. Namun masih ada beberapa usaha yang dilakukan untuk mengurangi konsumsi rokok seperti usaha mengganti tanaman tembakau dengan tanaman cengkeh. Video ini merupakan hasil kerja dari orang asing. Kita bisa melihat betapa pedulinya mereka terhadap kesehatan masyarakat di Indonesia. Kita sendiri seharusnya melakukan tindakan lebih lanjut untuk mengurangi konsumsi rokok di negara kita ini seperti menambah jangkauan area yang dilarang merokok. 

This is Elang. One of the greatest person i’ve ever known. Not was just a lover, this amazing being is one of bestfriends, a brother of mine. Growing, finding his path, running from past, accepting the changes, this man-in-the-making is pursing his dreams. We’re apart but our friendship is deep rooted in our heart. We’re apart maybe in distance, but never at heart. Gonna miss great times we had hanging out together. Till we meet again when we’re least expecting it. 
PS  : Find inspiration, get rid of negative thoughts, find support, pray, believe in yourself, and enjoy the journey, Lang.

This is Elang. One of the greatest person i’ve ever known. Not was just a lover, this amazing being is one of bestfriends, a brother of mine. Growing, finding his path, running from past, accepting the changes, this man-in-the-making is pursing his dreams. We’re apart but our friendship is deep rooted in our heart. We’re apart maybe in distance, but never at heart. Gonna miss great times we had hanging out together. Till we meet again when we’re least expecting it.
PS  : Find inspiration, get rid of negative thoughts, find support, pray, believe in yourself, and enjoy the journey, Lang.

Peranan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat untuk Indonesia

Mahasiswa merupakan sebuah komunitas yang berada di masyarakat. Mahasiswa dipercaya mempunyai pengetahuan lebih daripada orang lain serta merupakan orang yang aktif, kreatif, kritis, dan inovatif dalam mengerjakan segala sesuatu hal. Mahasiswa juga belum tercekcoki oleh kepentingan-kepentingan suatu golongan, ormas, parpol, dsb. Berdasarkan berbagai potensi dan kesempatan yang dimiliki oleh mahasiswa, tidak sepantasnya bila mahasiswa hanya mementingkan kebutuhan dirinya sendiri tanpa memberikan kontribusi terhadap bangsa dan negaranya.

Mahasiswa itu sudah bukan siswa yang tugasnya hanya belajar, bukan pula rakyat, bukan pula pemerintah. Mahasiswa memiliki tempat tersendiri di lingkungan masyarakat, namun bukan berarti memisahkan diri dari masyarakat.

Peran mahasiswa di Indonesia ini sangatlah penting, yaitu sebagai generasi penerus bangsa ini. Mahasiswa mempunyai peranan dalam meningkatkan pembangunan Indonesia lebih baik lagi. Sedangkan, mahasiswa kesehatan masyarakat memiliki peran untuk meningkatkan taraf kesehatan manusia lebih baik lagi.

Peran mahasiswa kesehatan masyarakat tidak terlepas dari pengontrolan permasalahan kesehatan, pengkritikan kebijakan pemerintah di bidang kesehatan dan tentu saja pemberian solusi dan rekomendasi bagi pemerintah yang tujuannya adalah untuk perbaikan kesehatan rakyat Indonesia.

Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai penduduk terbanyak di dunia. Penduduknya pun bervariasi, mulai dari yang golongan atas sampai golongan bawah, yaitu kaum marginal. Pertumbuhan penduduk Indonesia yang terus-menerus meningkat menyebabkan adanya permasalah yang muncul, salah satunya adalah permasalahan dalam bidang kesehatan. Persentasi kesehatan Indonesia memang sangat memprihatinkan. Masalah ini adalah masalah yang sangat perlu diperhatikan oleh pemerintahan Indonesia, begitu pula kita sebagai mahasiswa kesehatan masyarakat juga perlu memperhatikan, bahkan memperbaikinya menuju ke tingkat yang lebih baik lagi.

Banyak faktor yang menyebabkan tingkat kesehatan di kalangan masyarakat menengah ke bawah rendah. Diantaranya adalah kurangnya kesadaran dari masyarakat, pemerintah yang kurang perhatian terhadap masyarakat kelas bawah, lingkungan sekitar yang tidak layak dalam standar kesehatan, dan sarana prasarana kesehatan yang kurang mendukung. Ditambah lagi tenaga medis yang kurang dan kurang pengalaman, terutama di daerah pedesaan.

Dengan  rendahnya tingkat tingkat kesehatan di kalangan masyarakat bawah, terjadi ketimpangan dalam pemerataan tingkat kesehatan. Perbedaan ini harus segera dikikis habis demi kemajuan kesehatan di Indonesia.

Oleh karena itu Indonesia sangat memerlukan orang-orang dalam bidang kesehatan yang diharapkan dapat membantu meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia sendiri. Pemerintah Indonesia juga berperan penting dalam bidang kesehatan ini, seperti perbaikan jalan di daerah-daerah, melaksanakan program bebas biaya di rumah sakit untuk orang-orang yang tidak mampu, peningkatan pembangunan puskesmas di daerah-daerah, peningkatan kinerja orang-orang yang berperan penting dalam kesehatan.

Ahli kesehatan masyarakat Indonesia harus mampu bersaing dengan profesi ahli kesehatan masyarakat dari negara lain. Untuk itu diperlukan adanya standar profesi ahli kesehatan masyarakat sebagai pedoman standarisasi bagi profesi ahli kesehatan masyarakat.

Masyarakat kesehatan masyarakatlah yang bertugas dan bertanggungjawab agar orang tidak sakit melalui promosi dan penyuluhan kesehatan yang berupa pesan agar masyarakat mau dan mampu menjaga kesehatannya sendiri. Saat ini mahasiswa kesehatan masyarakat sangat banyak dibutuhkan.

Mahasiswa kesehatan masyarakat mempunyai kontribusi yang sangat penting dan sangat berperan dalam kehidupan manusia. Kontribusi ini diarrtikan sebagai sumbangan, tetapi sumbangan bukan berupa uang atau barang. Namun, sumbangan dalam bentuk tindakan kita dalam bentuk nyata kepada masyarakat tanpa meminta imbalan.

Sumber :

http://zulfaayuningsih.blogspot.com/2012/05/revitalisasi-peran-mahasiswa-kesehatan.html

http://muphmuffin.blogspot.com/2012/05/revitalisasi-peran-mahasiswa-kesehatan.html

http://citraaveony.wordpress.com/2013/02/26/peran-kita-mahasiswa-kesehatan-indonesia/

Esensi : Penulis lebih memahami peran sebagai mahasiswa kesehatan masyarakat di Indonesia.

Indonesia dan Framework Convention on Tobacco Control (FCTC)

Tembakau merupakan ancaman kesehatan masyarakat dunia yang sudah membunuh lebih dari lima juta orang. Sebagai penyebab kematian yang masih dapat dicegah, tembakau sudah dicoba untuk dikontrol. Pengontrol temabakau yang paling utama adalah perundang-undangan tentang tembakau atau rokok dan kesadaran masyarakat sendiri. WHO dan Bank Dunia telah merumuskan Framework Convention on Tobacco Control  (FCTC).

FCTC merupakan suatu bentuk hukum internasional dalam pengendalian masalah tembakau, yang mempunyai kekuatan mengikat secara hukum bagi negara-negara yang meratifikasinya. FTCT  mengatur tentang iklan, cukai, pengemasan, pelabelan, dan kandungan dari produk tembakau. FCTC ini diadopsi oleh 192 negara anggota WHO, pada 21 Mei 2003. Perjanjian ini bertujuan untuk mengendalikan kematian dan penyakit yang berkaitan dengan rokok. Bahkan dunia sudah memperingati World No Tobacco day pada tanggal 31 Mei 2013 dan sekaligus memperingati kesuksesan WHO dalam menggalakkan  FCTC di berbagai negara sebagai langkah konkrit mereka melakukan perlawanan terhadap penggunaan tembakau. 

Indonesia saat ini sedang mengalami epidemi tembakau. Dengan tingkat prevalensi merokok 31,5%, Indonesia merupakan negara mengonsumsi tembakau tertinggi ke-5 di dunia. Indonesia juga merupakan negara penghasil tembakau terbesar ke-7. Namun sampai saat ini indonesia merupakan satu – satunya negara ASEAN yang belum menandatangani ratifikasi FTCT ini. Padahal Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai andil penting terhadap pengendalian tembakau di dunia mengingat Indonesia memiliki jumlah penduduk terbesar ke-4 sedunia.

Sebagian besar negara-negara yang terletak di WHO South East Region Asia (SEAR) telah menunjukkan komitmen yang kuat untuk FCTC. Indonesia, bagaimanapun, adalah pengecualian - ada banyak kontra dari bagian pemerintah untuk mengaksesi FCTC ini dan menerapkan kebijakan pengendalian tembakau. Hampir hampir tidak ada kegiatan pengendalian tembakau di tempat dan dukungan substansial pemerintah untuk produksi tembakau dan perdagangan. Indonesia belum terlihat serius untuk melakukan tindakan peningkatan taraf kesehatan masyarakat Indonesia. Terbukti dari belum ditandatanganinya ratifikasi FTCT. Banyak sekali kekurangan pemerintah Indonesia yang ditemukan dalam upaya pengendalian tembakau ini,  pertama yaitu pengendalian harga dan cukai tembakau, Indonesia merupakan salah satu negara dengan nilai cukai terendah di ASEAN yaitu 30 %, sehingga harga produk tembakau yaitu rokok dapat dijangkau oleh semua kalangan, termasuk golongan miskin dan anak - anak. Kedua, banyak masyarakat yang menganggap peringatan pada lebel rokok sebagai selingan kata belaka dan bahkan tidak mempercayai peringatan tersebut. Peringatan tersebut sudah dinilai ‘basi’ oleh masyarakat dan tidak mempan lagi untuk membuat masyarakat sadar akan dampak negatif dari merokok. Ketiga, larangan menyeluruh terhadap iklan, promosi dan pemberian sponsor produk tembakau. Pada PP No. 19/2003 pasal 16 ayat 3 tentang pembatasan iklan, pemerintah hanya membatasi dari segi pembatasan jam tayang yaitu pukul 21.30-05.00, tidak melarang secara total penayangan iklan rokok. Sehingga masih ada peluang iklan rokok tayang dan dilihat oleh kalangan anak – anak dan remaja.

Keempat, pengaturan kawasan bebas rokok. Saat ini telah banyak daerah yang menerapkan kawasan bebas rokok. Namun pada faktanya, masih banyak orang yang merokok pada kawasan bebas rokok, dan masih kurangnya pengawasan pada kawasan bebas rokok tersebut serta ketegasan tindakan hukuman yang diberikan bagi yang melanggar. Kelima, pengungkapan dan pengaturan kandungan produk tembakau. Undang-undang di Indonesia sampai saat ini hanya mengatur pada pencantuman kadar tar dan nikotin saja bukan kandungan secara menyeluruh terutama zat-zat beracun. Hal ini memberikan kesempatan bagi industri rokok untuk tidak transparan dalam pengungkapan zat-zat beracun pada rokok, sehingga masyarakat tidak mengetahui kandungan berbahaya dalam rokok dan dampak negatifnya bagi kesehatan. Keenam, pendidikan dan kesadaran masyarakat. Pemerintah masih kurang dalam pemberian pendidikan masyarakat tentang merokok, terutama bahaya yang ditimbulkan.

Selama ini memang ada peraturan yang mengatur masalah rokok yakni PP No. 18 tahun 2003. Namun keberadaan PP ini tidak cukup efektif mengatasi masalah rokok, khususnya dalam menangani iklan rokok. Selama ini banyak bermunculan iklan-iklan rokok yang dapat mempengaruhi generasi muda. Meratifikasikan FCTC tidak memerlukan perubahan PP yang ada. Ratifikasi ini pun tidak berarti perusahaan-perusahaan rokok yang ada akan ditutup.

Sumber : http://www.healthbridge.ca/HealthBridge%20Indonesia%20TC%20report%2007.pdf

http://www.tempo.co/read/news/2003/12/04/05532842/Indonesia-dalam-Proses-Meratifikasi-FCTC.

http://asrihz.tumblr.com/post/15716483024/mengapa-indonesia-masih-ragu

Esensi : Dengan penugasan esai tentang Indonesia dan FCTC ini, penulis mendapatkan pengetahuan lebih lanjut tentang hukum internasional mengenai rokok dan penerapannya di Indonesia. 

Agama dalam Kehidupan Kampus

Dalam kehidupan kampus, mau tidak mau kita akan dituntut untuk mandiri. Namun mahasiswa sering sekali tidak menyadari bahwa kuliah akan berhubungan dengan banyak hal, baik secara psikologis, sosiologis, teknis, dan non teknis. Mulai dari perhatian, pelayanan, kasih sayang secara langsung, bahkan pemenuhan kebutuhan secara teratur menjadi berkurang dan lebih tidak teratur dari sebelumnya. Hasilnya, setiap individu akan memerlukan orang lain dan lingkungan pergaulan yang bisa mengerti akan diri dan kebutuhannya. Dapat disimpulkan, setiap pilihan aktifitas kegiatan kita akan menentukan mau kemana dan bagaimana kita mengatur diri kita sendiri.

Kehidupan di dalam kampus diisi oleh mahasiswa yang tidak hanya dari berbagai penjuru daerah di seluruh Indonesia, melainkan juga dari berbagai penganut agama yang bermacam-macam. Karena tingginya tingkat keanekaragaman agama di dalam kampus, maka sangat dibutuhkan sikap toleransi yang tinggi antar umat beragama. Sikap toleransi beragama pun tentunya tidak sulit. Sikap toleransi beragama bisa kita lakukan dengan mudah, misalkan seperti menghargai agama lain, menghormati agama lain, dan bisa juga dengan saling tolong menolong tanpa memandang bulu.

Di dalam Islam sendiri juga dikenal istilah toleransi. Islam mengajarkan kita untuk saling bertoleransi antar agama. Bahkan terdapat ayat di Al Qur’an tentang toleransi seperti surat Al Kafirun ayat 6 yang berbunyi “Lakum diinukum waliya diin”.

Seperti yang sudah kita pelajari sejak berada di bangku sekolah, surat Al-Kafirun juga mengajarkan tentang sikap menerima keanekaragaman dalam hal beragama tetapi kita tidak boleh salah penafsiran. Sikap toleransi dalam Al Qur’an bukan berarti membenarkan ajaran agama lain. Maksud dari toleransi beragama di Al Qur’an dimaksudkan agar kita tidak dilarang untuk bergaul, berhubungan, berinteraksi dan bekerjasama dengan kaum agama lain dalam berbagai hal yang umum seperti bidang pendidikan, ekonomi, budaya dan bisnis.

Agama adalah hal yang penting dalam kehidupan manusia. Kita diberi kebabasan dengan agama yang kita anut begitu pula dengan yang berbeda keyakinan dengan kita. Mereka pun diberi kebabasan dengan agamanya masing-masing.

Bebas beragama di kampus bisa berarti seperti bebas beribadah, mengadakan peringatan hari beragama sesua dan membentuk organisasi keagamaan. Kita, sebagai mahasiswa, harus bisa menciptakan sikap toleransi dalam beragama karena sikap tersebut adalah sikap yang dapat menghilangkan sikap membeda-bedakan  dalam beragama, menciptakan perdamaian dan persatuan antar sesama, menciptakan persahabatan dan persaudaraan antar mahasiswa. Sikap mudah toleransi juga dapat menentukan yang paling baik yang mengutamakan martabat manusia dan juga bisa menemukan jalan terbaik, serta dapat mengubah sikap individu.

Mahasiswa, sebagai makhluk sosial, diharapkan mampu mengamalkan sikap toleran di dalam lingkungan kampus. Karena kampus adalah tempat dimana berbagai macam penganut agama, sudah sepatutnya kampus menjadi gambaran nyata praktik perilaku toleransi dalam beragama.

Dengan dibudayakannya sikap bertoleransi, pembelajaran sikap toleransi beragama di kampus dapat dilaksanakan semaksimal mungkin. Contoh dari pembelajaran bertoleransi agama di kampus sendiri adalah mahasiswa pada tingkat yang akan mendapatkan mata kuliah yang berhubungan dengan agama untuk menanamkan sikap bertoleransi dalam umat beragama.

Mahasiswa tidak sekadar dituntut secara akademis saja. Tetapi mahasiswa harus memiliki sikap toleransi. Kita sebagai mahasiwa harus bisa bersikap seperti orang berpendidikan yang tidak boleh memandang perbedaan agama antar mahasiswa. Apabila sikap toleransi beragama telah dibiasakan di dalam kampus, hal ini adalah wujud perdamaian bangsa Indonesia.

Sumber :

http://ajdamily.blogspot.com/2012/07/ayat-ayat-al-quran-dan-hadits-tentang.html

http://www.hidayatullah.com/artikel/ghazwul-fikr/read/2013/12/26/13857/iman-dan-toleransi-beragama.html

Esensi : Penulis menjadi lebih memahami pentingya agama serta pentingnya bertoleransi beragama dalam kehidupan kampus.